Pelarian

Pada saat tertentu membaca buku bisa jadi begitu mengasyikkan. Sebuah pelarian bahkan dari dunia yang kadang terlampau rumit kita hadapi sendirian dan buku kerap menjadi teman dan menghadirkan dunia yang sama sekali baru, meski tidak selalu ideal. Saat ini kemampuan saya membaca sedikit menurun, saya sedikit sekali membaca akhir-akhir ini karena tuntutan hidup, rutinitas dan segala hal yang menarik saya hampir sepenuhnya dari buku dan membaca. Saya tidak ingin menjadi orang seperti itu.
Dan saat ini saya merindukan sekali membaca buku-buku bermutu dengan kesenangan yang sama ketika dulu saya membaca buku-buku Kahlil Gibran atau Seno Gumira Ajidarma. Jenis-jenis bacaan yang ketika di akhir cerita banyak hal mempengaruhi saya dalam berpikir dan melihat dunia. Atau lebih jauh merangsang saya untuk bisa menulis lagi lebih baik dari sebelumnya. Saya pikir pada titik tertentu dalam pengalaman membaca seseorang, bacaan tersebut harus bisa mendorongnya untuk menulis lebih baik. Karena memang sejatinya tidak ada penulis berhasil yang tidak membaca apapun dalam hidupnya dan kemudian dikenang.
Jadi pada kesekian kalinya saya berharap buku bisa menjadi pelarian saya yang selalu bida diharapkan. Dalam tahap seperti apapun hasil yang didapatkan kelak, saya akan menerima dengan lapang dada dan sepenuh hati.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s