“Jadi sastra itu sebetulnya apa dong?!”
Jawaban saya sebetulnya masih sama, tetapi sekarang agak lebih panjang kibulnya.
“Dari tadi juga sudah kubilang, sastra itu sebetulnya tidak ada, tetapi diada-adakan demi kepentingan kelompok-kelompok tertentu.”
“Lho, kok seperti politik?”
“Memang seperti politik, tetapi lebih tepat lagi seperti kebudayaan.”

 

penggalan dari http://idwriters.com/journal/2015/01/susastra-kawan-paimo/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s